Cerita ini bermula dari rencanaku dengan teman-temanku untuk pergi nonton drama musikal di Universitas Negeri Makassar.
Malam itu judul drama yang ku tonton adalah Grease Musical Drama, kuakui drama yang di pentaskan sangat apik dan menarik dari berbagai sisi, tapi saat ini bukan drama itu yang akan ku tulis disini melainkan kejadian setelahku pulang dari menonton drama itu.
Drama selesai pukul 11.00pm, tidak mungkin bagiku untuk pulang ke Budi Daya krna cukup jauh dari UNM akhirnya aku dan teman-temanku memilih menginap di kosan teman kami di area Racing Center.
Sudah menjadi tabiat perempuan kalau kumpul dengan teman-temannya banyak hal yang akan diceritakan, banyak buku yang kami baca, dan banyak lagu yang kami nyanyikan hingga malam itu layaknya karoke.
Semua terlihat tenang tanpa tau setiap masing-masing individu punya masalahnya sendiri, entah masalah dengan keluarga, pacar, ataupun diri sendiri. Hingga sebuah lagu membuat tangis salah satu temanku pecah.
Iya dia baru putus dari pacarnya, ku akui ini kasus klasik kalau cewek putus dari cowok yang dia sayang maka air mata akan mewakili hatinya saat itu namun ada hal yang membuatku berfikir melihat tangisnya.
Dia yang biasa terlihat kuat, dewasa, mampu membawa dirinya sendiri, tinggal di rantauan sendiri hingga kehidupan percintaanya yang membuat banyak orang iri. Tapi di balik semua itu ada hal yang selama ini dia tutupi "kesendiriannya"
Yah setiap orang memiliki titik "kesendiriannya" masing-masing entah aku, temanku, atau orang-orang lain disekelilingku.
Hal yang ku tahu saat itu adalah terkadang manusia memiliki dan membutuhkan "kesendiriannya" sendiri untuk merenungi atau memperbaiki kondisi hati tentang masalah-masalah yang bergelumat dalam hidup ini tapi tetap tangis kita akan pecah ketika tidak mampu memikul masalah yang kita hadapi.
Oke kalau di lihat mungkin dia lebih baik dari kita, memiliki apa yang tidak kita miliki tapi ketahuilah pemikiran begitu hanya membuatmu hidup dalam kecemburuan sosial yang menyusahkan dirimu sendiri sebab kamu belum tahu masalah dan beban yang dia pikul mungkin tidak akan sanggup kamu bawa dan selesaikan.
Belum lagi kalau kamu punya masalah sama orangtuamu kamu yang dari luat tampak tegar dan biasa saja mana tahu kamu sedang memiliki masalah keluarga yang bisa membuatmu berkeinginan untuk melepas semua beban yang kamu miliki.
Akhirnya hanya satu tempat kita kembali,
Siapa?
Tuhan kita yang tau segalanya dan mampu membantu kita menyelesaikan semua masalah yang ada.
Aku masih percaya
Ketika ada hujan badai
Pelangi akan muncul menghiasi langit gelap yang akan berganti cerah itu.
Makassar, 9 Januari 2019
NMA_
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda, agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan. ;)