In

Siapakah Untuk Menghadapi Kematian?

Kematian???

Terlintas di fikirankan ku bahwa kematian itu sungguh menyakitkan, menyedihkan, dan menguras emosi. Kematian adalah titik akhir dari kehidupan setiap insan di bumi ini.
Tua, muda, bahwa sekalipun baru dilahirkan, kematian siap menjemput kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun. Seolah-olah malaikat maut 24 jam menjaga kita dan siap mencabut nyawa ini ketika tuhan telah berkehendak.

Terlintas di fikiran ku bahwa ditinggalkan oleh sesorang karena kematian adalah hal yang menyakitkan sebab menyaksikan mereka yang pernah bersama kita pergi mendahului kita diirigi doa, isak tangis, bacaan suci dari Al-quran dan segala kerabat yang tersisa.

Terkadang saya berfikir bagaimana jika kematian itu menghampiri diriku?

Aku yang masih minim iman dan bekal untuk menghadap tuhanku di panggil olehnya untuk mempertanggung jawabkan hidupku selama di dunia ini.
Aku pasti binggung dan juga bertanya-tanya.
Siapa yang akan menangis untukku?
Siapa yang akan mengaji untukku?
Siapa yang akan mendoakanku?
Siapa yang akan mengurus kematianku?
Dimana diri ini akan di kebumikan?

Semua masih misteri hingga hari yang di tentukan itu tiba. Aku takut akan semua hal itu.
Tapi untuk saat ini aku hanya bisa menyaksikan satu persatu orang yang kucintai pergi meninggalkanku.
Mereka menghadap tuhanku terlebih dahulu dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya yang kini terbungkus kain kafan.

Aroma minyak kemenyan menjadi parfum terakhirnya untuk menuju liang lahat sebagai rumah terkahirnya.
Lantunan ayat suci Al-quran menjadi pengiring kepergiannya.
Semoga dia tenang di alam sana.
Semoga dia pergi tanpa meninggalkan luka dan hutang.
Semoga kepergiannya menjadi awal kehidupan yang lebih baik untuknya.
Semoga dia berjumpa dengan orang-orang yang mencintainya yang terlebih dahulu menghadap tuhan kami.

Selamat jalan nenekku, ibu dari mamahku.
Orang yang berjasa mendidik mamahku hingga mamahku bisa melahirkanku dan selalu ada dalam duka yang menyelimuti mamahku.

Dari cucumu yang selalu mendoakanmu.

NMA_
(Kamis, 23 Agustus 2018)
11 dzulhijjah 1439H

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Social Media

Join Us

Diberdayakan oleh Blogger.