In

Catatan Calon Beswan Djarum : Pengumuman yang ditunggu (2)

12 September 2018


            12 hari lamanya saya menunggu pengumuman akhir dari segalah proses yang telah saya lalui. Rasa cemas, khawatir benar-benar menghinggapi dan menghantui selama 12 hari lamanya saya menunggu pengumuman akhir dari usaha yang telah saya lakukan. Terkadang insomnia, kurangnya nafsu makan juga mengganggu saya. Satu hal yang saya tanamankan dalam diri saya bahwa “Jika ini bukan rezeki saya maka saya yakin tuhanku sedang mempersiapkan hal terindah dan terbaik untuk menjadi rezeki saya kedepannya.”
            Hal yang berusaha saya lakukan adalah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah hanya kepadanya saya memasrahkan diri menunggu pengumuman yang sudah saya usahakan. Hanya ikhtiar dan doa yang menjadi penyemangat hari-hari saya.
            Pengumuman di jadwalkan pukul 13.00 WIB tapi sampai pukul 17.00 WIB saya belum bisa mengakses blog resmi dari www.djarumbeasiswaplus.org mungkin karena banyaknya peserta yang ingin mengetahui hasilnya. Saya memutuskan utuk sholat hajat dulu kemudian kembali membuka webstitenya. Beberapa kali saya mencoba hingga percobaan terakhir saya memasukkan 5 dijit kode registrasi saya. Air mata saya menetes dan tanpa berfikir panjang saya langsung sujud syukur. Betapa tidak hasil yang saya tunggu-tunggu adalah hasil terbaik yang dipersiapkan tuhanku untukku. Saya lulus menjadi beswan djarum angkatan ke 34.
            Orang pertama yang saya hubungi adalah ibu saya orang yang sangat mengsuport saya, beliau yang selalu menyebut nama saya dan nama adik saya disetiap doa yang diucapkannya, beliau tempat curhat saya, jujur hampir 11 sekali saya mendaftar beasiswa dan tidak satupun menerima saya dan ibu saya selalu mengatakan bahwa “Masih ada yang lebih baik untukmu, jadi bersabar dan terus berusaha jangan lupa solat dan berdoa.”
            Air mata saya tidak berhenti menetes hingga kabar baik ini diketahui oleh orang-orang terdekat saya. Ucapan syukur tidak hentinya saya ucapkan kepada Allah yang maha baik dan mengetahui kemampuan dan hal yang terbaik untuk hambanya.
           
            “Terima Kasih ya Allah ini adalah kado terindah untuk saya. Saya percaya saya bisa banyak belajar dari berbagai hal yang saya lihat secara postif, bantu saya untuk mengisi hari-hari
saya dengan kegiatan positif sehingga hanya energy positif yang diterima oleh otak dan diri saya. Terima kasih, Alhamdulillah.”

Makassar, 13 September 2018

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Catatan Calon Beswan Djarum : Pengalaman Daftar Djarum Beasiswa Plus (1)


2 September 2018

            Sabtu, 1 September 2018 bertempat di Gedung Phinisi Rektorat Universitas Negeri Makassar menjadi sejarah baru dalam hidup saya, tepat pada hari itu saya mengikuti tes untuk bisa menjadi seorang Beswan Djarum 2018. Perjalanan tidak semudah itu, untuk bisa sampai di kursi Tes Tertulis saya dan teman-teman harus mengikuti tes administrasi dimana kami harus mengumpulkan berkas-berkas yang menjadi persyaratan administrasi. Sedikit cerita jujur saya baru mengirim berkas saya h-2 sebelum penutupan pendaftaran, kenapa? Bukan karena saya malas atau bagaimana banyak kendala yang menimpa saya, mulai dari server yang eror hingga saya harus 3x ganti laptop demi bisa mendaftar Beswan Djarum. Saya bahkan hampir menangis karena takut tidak bisa mendaftar. Laptop terakhir yang saya pakai adalah milik saya sendiri yang sebelumnya memiliki kendala di server saat itu saya mengetik dari sore hingga jam 3 subuh namun saya tertidur dan belum sempat mengirim berkasnya, saat jam 5 saya terbangun dan baru sadar bahwa saya belum mengirim berkas akhirnya saya mencoba dan Alhamdulillah Allah memberikan yang terbaik untuk saya.
            Saya menerima pengumuman bahwa saya lulus administrasi dan bisa mengikuti Tes tertulis 5 hari sebelum waktu tes ditentukan. Tes dimulai pukul 7.30 tapi entah mengapa mata saya membaca 8.30 akhirnya saya memanfaatkan waktu setelah solat subuh untuk latihan menggambar orang, pohon, dan wartegg test. Selang beberapa saat mamah saya menelfon dan mengingatkan saya untuk solat duha dulu sebelum berangkat tes. Saya mengecek ulang waktu tes dan benar saya salah lihat, tes dimulai pukul 7.30 dan saya baru menyadarinya pukul 7.00 saya langsung bergegas mandi dan mengenakan pakaian (malam sebelumnya saya sudah menyiapkan pakaian rapih saya) saya berangkat tanpa sarapan, sepanjang jalan saya berdoa semoga ada keajaiban yang menyertai saya padahal lokasi tes dan rumah saya harus di tempuh 30 menit dan saya terpakasa memacu motor saya hingga memakan waktu 15 menit.
            Saya tiba di tempat tes dengan tergopoh-gopoh dan ternyata tes diundur hingga pukul 8.00 saya langsung bersyukur atas keajaiban Allah untuk saya. Saya kemudian duduk di bangku paling belakang dan dimeja saya sudah tersedia notebook, pulpen, dan id card officialy by djarumbeasiswaplus free. Baru tes saja saya sudah difasilitasi atk.
            Tepat pukul 8.00 Tes tertulis di mulai di pandu oleh mba indri salah satu staf dan juga seorang psikolog di djarum foundation. Saya sedikit terkejut dengan pengerjaan tesnya memang tidak ada sistem minus tapi kita harus mengerjakan soal cepat, tepat, dan akurat. Okay Alhamdulillah soal-soal tes tertulis bisa saya jawab walaupun ada beberapa jawaban yang tidak saya isi selanjutnya adalah tes psikotes yaitu menggambar pohon, orang, dan wartegg tes Alhamdulillah subuh sebelum berangkat saya sempatkan diri belajar practice make perfect.
Tes selesai pukul 11.00 kami masih harus menunggu pengumuman yang lolos ke tahap selanjutnya, karena dari kota Makassar hanya ada 2 kampus dan tidak sampai 100 peserta maka setelah tes tertulis langsung tes interview. Sekitar 30 menit kami menunggu pengumumannya saya tidak berusaha membanggakan diri bahwa saya akan lolos tapi saya serahkan semua kepada Allah karena saya tahu rencannya begitu indah untuk ummatnya.
Tepat pukul 12.00 kami di panggil kembali untuk memasuki ruangan seraya menantikan siapa saja yang akan lolos ke tahap wawancara. Pegumuman dilakukan secara terbuka menggunakan proyektor sehingga seluruh ruangan bisa melihat hasilnya sepanjang saya menunggu saya terus membaca sholawat didalam hati untuk menenangkan perasaan saya yang tidak karuan dan benar adanya rencana Allah begitu indah saya lolos ketahap interview bersama dengan beberap teman saya dari fakultas lain. Saya tidak henti mengucap syukur kepada Allah, setelahya adalah ishoma saya segera menghabiskan makan siang saya yang telah disediakan oleh panitia dan bergegas untuk melaksanakan solat dzuhur dalam doa saya hanya kebaikan yang saya inginkan dan tidak ingin mengukir kesedihan bagi orang tua saya.
Pukul 15.00 adalah giliran saya untuk di interview. Pak yudha yang menginterview saya banyak hal yang saya ceritakan mulai dari keluarga, organisasi, volunteer, kegiatan keseharian saya hingga beberapa isu yang ada di Indonesia dan lagi saya mengucap syukur karena telah dimudahkan dalam menjawab setiap pertanyaan yang ada. Saya di beri waktu untuk bertanya dan saya menanyakan seputar kegiatan beswan djarum yaitu International Exposure suatu kegiatan yang sangat membuat saya penasaran.
Selepas tes interview saya bergegas pulang kerumah. Jujur sepulang saya dari tempat tes saya memiliki banyak masalah mulai dari insomnia, kurang nafsu makan, namun saya berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga memohon doa restu dari orang tua saya.
Pengumuman di umumkan tepat Tanggal 12 september 2018…..

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Social Media

Join Us

Diberdayakan oleh Blogger.