In

Cerpen : Surat Berbentuk Bunga


Cerpen ringan yang penulis peruntukkan untuk anak kecil 😉





(Cerpen ringan ini saya peruntukkan untuk bacaan ringan anak-anak. Mengingat semakin menuju era moderenisasi semakin banyak bacaan yang tidak diperuntukkan untuk anak kecil.

Semoga suka dan selamat membaca.)

====================

Surat Berbentuk Bunga



 Pagi hari yang sangat cerah dan indah membuatku ingin sekali segara menuju kebun bunga dihalaman belakang rumahku. Aku berjalan menuju pintu kamar, ketika ku hendak membuka pintu mataku melihat sesuatu yang terselip dibawah pintu. "Apa itu?" aku berseru didalam hati. Karena penasaran aku segara mengambil kertas itu. Kertas berbentuk bunga mawar berwarna biru itu sangat cantik karena ada hiasan pita berwarna pink ditengah-tengahnya. Aku membalikkan kertas tersebut dan melihat ada tulisan yang disana yang bertuliskan. "Kotak putih berisi permen."

 "Apa? Permen aku memang suka permen tapi apa hubungannya dengan kotak putih." Aku mengerutkan dahi karena binggung dengan maksud tulisan itu. 

Sela… sela… terdengar suara mamah memanggil namaku. Aku langsung meletakkan kertas tersebut di atas meja belajar disebelah tempat tidurku. Aku segera keluar dari kamar dan menghampiri mamah. "Mamah pergi keluar dulu yah. Kamu dirumah baik-baik." Dan mamah pun pergi. Selalu begitu mamah yang sering pergi untuk ketemu sama teman-teman arisannya, papah yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dan ka Dian sendiri lebih serius dengan kelompoknya di sekolah walaupun hari sedang libur, dan aku sendiri dirumah.

Sehari-hari sepulang sekolah dan hari libur seperti ini aku selalu sendiri dan keluargaku sibuk dengan urusan masing-masing. Supaya aku tidak bosan aku lebih banyak menghabiskan waktu di kebun bunga rumahku dan merawat bunga-bunga itu.

Aku kembali ke kamar dan duduk di tempat tidur dan mengambil surat yang kutemukan di pintu kamar. "Apa maksud surat ini yah?". Aku semakin binggung dengan surat itu. Aku membuka laci meja belajarku dan mataku langsung melebar karena aku melihat surat yang sama dengan yang kutemukan. Aku segera mengambil surat itu dan membalik surat tersebut seraya memastikan apa ada tulisan disana, ternyata benar surat itu bertuliskan. "11". Apa angka 11 apa lagi maksudnya?

Hari menjelang malam. Aku berusaha mencocokkan hubungan dari kedua surat yang kutemukan namun tulisan di kedua surat itu berbeda. "Aku pusing, aku mau mandi." Aku berjalan menghampiri lemariku saat pintu lemari kutarik, sebuah kertas yang berasal dari dalam lemari melayang dan jatuh tepat dikakiku, aku mengambil kertas itu yang tak lain adalah surat yang sama dengan yang kutemukan. "Apa maksud semua ini?"

Aku segera menghubungkan ketiga surat itu. Surat ketiga ini bertuliskan. "Kebun bunga." Aku tersentak dan langsung berlari menuju kebun bunga dibelakang rumah. Sesampai disana aku sangat kaget. Aku melihat kelopak bunga mawar yang bertebaran membentuk sebuah jalan, diujung jalan itu aku melihat dua batang lilin yang menyala namun keadaan disini gelap. "Ada apa ini? jangan-jangan orang rumah belum pulang makanya lampu belakang belum di nyalakan. Tapi kok ada bunga bertebaran dan sepertinya itu cahaya lilin."

Aku mengumpulkan keberanian dan melangkah menuju cahaya itu, tepat satu langkah lagi aku sampai di cahaya itu lampu langsung menyala dan aku mendengar. "Kejutan…" aku mengenal suara itu. Aku langsung berbalik dan melihat mamah yang memegang kotak putih, papah, dan ka Dian ada disana. "Mamah, papah, kakak.. apa maksud semua ini? sela binggung."

Mamah berjalan menghampiriku. "Selamat ulang-tahun sayang." Apa… ulang-tahun. Oh ia ini memang hari ulang tahunku tapi apa hubungan dari semua ini.

"Tapi kan kalian sibuk. Ko ingat hari ulang tahunku?" aku ingin menagis. Kakakku menghampiriku dan berusaha menjelaskan semuanya. "Jadi gini. Kami memang sibuk tapi untuk urusan ulang-tahun sela kami gak bakalan lupa. Makanya kakak, mamah, dan papah bikini surat misterius buat kamu." Jelas ka Dian.

"Jadi ketiga surat itu dari kalian." Aku berusaha memastikan. "Betul sekali. Jadi surat yang pertama mamah yang bikin ini maksudnya." Mamah menyerahkan kotak putih kepadaku, saat kubuka kotak itu berisi lollipop berbentuk bunga."

"Terus maksud surat kedua itu umur kamu yang 11 tahun dan maksud surat ketiga adalah kebun bunga ini." kali  ini papah yang bicara. "Terima kasih." Ucapku tulus.


Ku fikir keluargaku lupa dengan ulang-tahunku ternyata tidak. Mereka mempunyai cara sendiri untuk menyayangiku walaupun caranya sedikit aneh tapi setidaknya ku bahagia atas semua yang mereka kepadaku.

"Mah, pah, kakak. Sela sayang sama kalian semua." Dan hal yang paling berharga dalam hidupku adalah keluargaku.


***

Pesan saya.
Jadilah anak yang bisa membahagiakan kedua orang tuamu dan keluargamu. Kebahagiaan mereka bukan kamu berikan ketika kamu sudah sukses. Tapi sikap sopan, patuh, dan taat kepada orang tua kita sudah mampu membuat kebahagiaan untuk mereka.

==================

Love you my parents.

Nurulmuta_aidah










Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Social Media

Join Us

Diberdayakan oleh Blogger.